KAN Jabung – Tambang Susu Yang Tersembunyi

Minggu lalu, sebuah pesan singkat WA masuk mas burhan, “Mas, hari ini ikut ke KAN Jabung?”. Ah, baru inget kalau Mas Faizal Alfa ngadain acara main ke sana sekitar seminggu yang lalu. KAN Jabung adalah tempat pengolahan susu sapi dan sekaligus peternakan.

Sebelumnya juga ada acara yang sama, yaitu ke Kampung wisata sapi di dau. Lupa gak ikut, tapi lihat hasil foto-fotonya kok keren banget pemandangannya.

Nah, lucunya di mindset saya ini, KAN Jabung = Kampung Wisata Sapi. Jadi pas lihat pesan WA udah mikirnya pemandangan indah bukit dan sejuknya udara Dau.

Tanpa panjang lebar ku terima tawaran tersebut.

Ba’da Dzuhur langsung berangkat ke kediaman mas Burhan Rawa Pening – Sawojajar. Sesampai disana ternyata ada Mas Yusuf sekeluarga. Wah, makin rame makin asik.

KAN Jabung

Sekitar pukul 12.30, kami yang berjumlah sekitar 9 orang berangkat bersama 1 mobil. Saya, Mas Burhan, Mbak Iyan, Dek Rara, Mas Yusuf, Mbak Ida, Dek Hafiz dan asisten JBB – Mbak Us.

Perjalanan cukup memakan sekitar 30 menit saja dari Sawojajar ke Jabung. Kami gak ikut rombongan komunitas, jadi sebenarnya gak tahu secara pasti tempatnya. Namun alhamdulillah tidak terlalu sulit mencari alamat tempat ini.

Ternyata rombongan komunitas lain sudah sampai terlebih dahulu. Ada dari acaraapa.com, Jawa Pos, Komunitas TDA, dan beberapa komunitas dan pengusaha lain.

Kami dikumpulkan di sebuah gazebo berukuran besar lengkap dengan TV 32″ dan michropone yang digunakan oleh perwakilan KAN untuk memperkenalkan tentang apa itu KAN Jabung

Fakta KAN Jabung

KAN ini sudah berdiri mulai tahun 1979 yang awalnya hanya beranggotakan 4 orang. Namun, luar biasanya hari ini mereka telah menghasilkan 46 Ton susu setiap harinya! Hal ini menjadikan mereka sebagai urutan ke 3 produsen susu terbesar di Indonesia setelah Pujon – Batu dan Lembang – Bandung.

Unit produksi ternak KAN terdiri dari 1800 peternak dengan jumlah 8000 sapi dan 3000 induk. Untuk menunjang kesejahteraan anggota, mereka juga menyediakan pakan ternak  baik hijau-hijauan maupun konsentrat, jasa transportasi untuk mengangkut susu, toko swalayan dan beberapa usaha lain.

Kenapa butuh jasa transportasi? Ya, karena susu tidak seperti air. Susu butuh tempat khusus untuk menyimpannya.

Karena peternak tersebar di seluruh Malang, KAN memiliki 15 Pos / cooling place. Semacam tempat untuk penyetoran susu sapi bagi peternak.

KAN ini juga sebenarnya sebagai salah satu pelopor pengembangan pengolahan kotoran sapi / biogas. Yang lucunya penghargaan malah didapatkan oleh daerah yang lain yang notabene meniru sistem di tempat ini.

Dengan segala prestasi, besarnya produksi dan potensi yang dimiliki KAN Jabung, mereka ini belum benar-benar ter-blow up di media lokal maupun interlokal.

Fakta Sapi Di Indonesia

Di Indonesia, 1 ekor sapi hanya bisa memproduksi maksimal 9 liter susu per-harinya. Tau kah kamu bahwa di Sapi di Korea bisa menghasilakan lebih dari dua kali lipat dibandung Indonesia, kurang lebih 20 liter, bahkan di Australia bisa menghasilkan 30 liter susu!

Hal ini terjadi karena kualitas pangan di negeri kita tidak sebaik disana. Rumput dan hijau-hijauan yang kita miliki hanya mengadung sedikit sekali gizi yang dibutuhkan oleh sapi pada umumnya.

Karena alasan itulah, dibutuhkan tambahan makanan konsentrat.

Balik ke penyuluhan …

Setelah selesai, ada acara tumpengan buat makan siang kali ini. Selain itu kami juga mendapatkan demo produk-produk yang di produksi KAN, hasil olahan susu. Mulai dari Yoghurt dengan berbagai rasa buah dan puding susu.

Whoho, semuanya wenak. Saya menghabiskan 2 puding dan ‘beberapa’ gelas yoghurt melon. Yoghurtnya beda seperti yang dikota, disini jauh lebih kental. I think this is the real yoghurt!

Acara berkutnya kami menuju ke ruang produksi makan konsentrat. Kami tidak bisa berlama-lama disini. Karena baunya cukup menyengat walaupun kami sudah menggunakan masker sekalipun.

KAN-Jabung-2

Kemudian kami menuju ke salah satu tempat peternakan sapi yang berjarak sekitar 800 meter dari tempat ini.

Lucunya, kami menggunakan kereta mini.

Wildan Alkatiri di KAN Jabung

Wah, disini sapinya terawat sekali bro. Baik dari segi kebersihan sapi maupun kandangnya. Tepat saat kami kesana ada salah satu sapi yang sedang diambil susunya. Saya pribadi mikirnya masih manual pakai tangan, ternyata sudah menggunakan mesin pompa sederhana.

Nah, dari belasan sapi disini, paling ujung ada sapi pejantannya. Sapi ‘Don Juan’ ini ukurannya besar sekali. Jelas bukan hasil peranakan lokal. Menurut informasi bibit sapi ini diperolah dari BBIP (Balai Besar Inseminasi Buatan) Singosari dimana tugas mereka adalah produksi, distribusi, pemasaran dan pemantauan mutu ternak Unggul. Intinya mereka, memiliki bibit-bibit sapi yang di impor dari luar negeri, kemudian mengemangkannya di dalam negeri.

Kesimpulan

Sampai saat ini lebih dari 90% hasil produksi KAN Jabung masih disaluran ke perusahaan besar seperti Greenfield dan lain-lain. Sisanya yang baru diolah menjadi berbagai produk seperti yoghurt, puding, ice cream, dsb.

KAN sendiri memiliki banyak sekali potensi yang masih bisa dikembangkan.

Nah bagi anda baik para pebisnis maupun investor, tentu hal ini bisa menjadi salah satu peluang anda untuk mengembangkan usaha di bidang peternakan. Tim KAN akan siap sedia melayani anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *