My Digital Marketing Desk

Gak konsisten!

Itulah respon teman-teman yang dekat saat dia melihat meja dan gadget yang saya bawa. Karena memang saya memakai berbagai macam brand, tidak terkecuali dalam kehidupan bisnis saya sebagai seorang digital marketer.

motonya adalah price to performance!

oke, tanpa basa basi lagi yuk sekali-kali kita berkenalan, dimulai dari pewralatan apa saja yang sekarang saya guanakan untuk hiburan dan terutama pekerjaan saya di dunia digital marketing.

MacbookPro I5 13-inch Early 2011

Bertahun-tahun menggunakan laptop dengan merk Forsa. Wuih, walaupun tidak begitu terkenal namun dia masih ‘hidup’sampai saat ini. Saya masing ingat dalam perjuangan saya memulai peruntungan di dunia online hampir 2 tahun laptop itu jarang dimatikan. Terbukti memang, motherboard merk Quanta Taiwan dengan kelengkapan pure milik Intel menjaga laptop ini bertahan sampai saat ini dengan hampir tanpa kerusakan. Sejauh ini kerusakan hanya terjadi pada layar dan battery yang sudah harus di replace (dan entah dimana saya bisa mendapatkannya)

2 tahun terkahir ini saya baru menggunakan MacbookPro I5 yang saya beli 2nd dari tangan pertama. Karena sudah lebih dari 9 tahun menggunakan Windows, awal menggunakan produk besutan Apple ini saya merasa sedikit kesulitan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, seperti rata-rata pengguna Apple bilang adalah benar, bahwa “MAC is better than windows”

Mengapa

  1. Comfortable, warna layar dan typografi font-nya membuat saya betah berlama-lama di depan laptop. Sampai saat ini saya masih belum ada keinginan untuk pindah ke Retina atau generasi Mac yang terbaru.
  2. Security, yang saya kurang suka di Windows adalah seringnya terkena virus (walau sudah sangat teratasi dengan Avast) namun MALWARE nya itu lho. Ada banyak sekali pop up atau script-script aneh saay saya menjalankan browser. Terutama kalau komputer kita juga dipakai oleh orang lain. Banyak sih solusi, bahkan penggunaan deep freeze bisa mengatasi hampir 100% permasalahan tersebut. Tapi, saya tidak perlu melakukan banyak hal di Macbook.

Minus

mulai pertama saya membeli laptop ini sudah terasa banget kalau laggy, I hate that!. Saya sampai berpikir, Apple kok gini? Awalnya saya mau nambah RAM, namun kalau dilihat penggunaan RAM juga minim

akhirnya browsing sana sini, saya memutuskan untuk menambah SSD hardisk dengan mengorbankan DVD superdrive. BOOM! Macbook menjadi kenceng banget, booting hanya 5 detik!

Nah, rata-rata Macbook user juga pasti menggunakan produk Apple lainnya yaitu Iphone. namun hal tersebut tidak terjadi pada saya. Ada 2 hal kenapa saya tidak memilih Iphone, yang pertama adalah karena baterainya dan yang kedua adalah aplikasinya lebih dominan berbayar. Hal ini berbanding terbalik dengan OS Android, dimana banyak sekali pilihan-pilihan smartphone di pasaran dengan baterai monster dan tentu saja ditunjang ratusan ribu app gratis di Google Play.

Xiaomi Mi4c

Awal saya sudah cukup puas dengan Xiaomi Note generasi pertama, namun lama kelamaan sedikit laggy karena RAM yang memang terbatas. Akhirnya tanpa berpikir panjang saya meminang adiknya yang saat itu adalah seri tertinggi di kelasnya yaitu, Xiaomi MI4C.

Mengapa?

  1. ukuran layar 5 inch, pas untuk digenggam. Tidak seperti si note yang wajib menggunkan 2 tangan untuk mengetik
  2. kapasitas baterai  3080mAh, bisa tahan sampai 1,5 hari tanpa di charge untuk penggunaan saya pribadi.
  3. dual sim, dan semuanya sudah support 4G. Biasanya untuk smartphone saat itu hanya salah satu yg support, lainnya masih 3G.
  4. 3 GB RAM dengan snapdragon 808, membuat transisi layar dan aplikasi terasa smooth, sometime kalau mau ngelibas game-game yang berat juga siap!
  5. kamera 13 MP, saya sama sekali bukan orang yang suka selfie, namun cukup sering mendatangi tempat-tempat

Minus

  1. garansi, karena tidak resmi masuk Indonesia, maka garansi nya hanya sampai level distributor. Tinggal ucapkan selamat tinggal jika smarpthone ini bermasalah.
  2. OS non resmi, sudah dioprek oleh pihak produsen sehingga cukup banyak bloatware dan tidak mendapatkan update versi terbaru dari MIUI
  3. Global stable version, baru sekitar 1 bulan ini saya oprek menggunakan ROM resemi. Namun ya karena memang smartphone ini sebenarnya hanya di distribusikan di China, maka perlu beberapa penyesuaian saat menggunakannya.

Logitech K380 & Logitech M337

Keyboard dan mouse saya menggunakan pasangan Logitech. Keduanya menggunakan sambungan bluetooth tanpa dongle! ini penting sekali. Karena keyboard dan mouse saya sebelumnya tidak bisa digunakan lagi karena kehilangan dongle.

Mengapa?

  1. Bentuk minimalis sehingga bisa dibawa kemana-mana,
  2. pairing ke 3 gadget secara bersamaan. Misal connect ke laptop, tablet dan smartphone. Dijalan saya bisa menggunakan keyboard dan layar smartphone untuk mengetik.
  3. Kerennya lagi mampu medeteksi sistem operasi, sehingga tombol-tombonya juga ikut menyesuaikan

Untuk mouse saya menggunakan M337. Actually saya merasa tidak ada kelebihan tertentu pada mouse ini, kecuali warnanya match dengan keyboard. Ada 2 pilihan warna dari produsen dan untuk pertama kali saya tidak memilih warna hitam, namun biru tua. Walau terasa kurang match dengan laptop dan monitor, but its unique!

Sejauh ini saya tidak menemukan kekurangan sama sekal dikeddua hardware ini.

LG 24MP88 Infinity Display monitor

Awalnya ada sedikit keinginan untuk membeli IMac. Namun setelah dipikir-pikir, sebenarnya kebutuhan saya hanya sebuah layar yang lebih besar terutama saat bekerja di rumah dengan tampilan OS Mac yang nyaman.

Karena kebutuhannya hanya demikian, saya lebih memilih untuk membeli sebuah monitor baru. Setelah sempat tergoda dengan Samsung Curved Monitor 27 inch, takdir memutuskan saya untuk membeli LG 24MP88 Infinity Display monitor.

Mengapa?

  1. ukuran layar 24 inch terasa cukup pas dengan  yang saya butuhkan saat ini. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
  2. desain yang cukup menarik, terlihat seperti monitor mewah dengan warna brush steelnya, stand nya melengkung dan menarik lagi desain pinggirannya itu lo, almost bezeless!
  3. sRGB 99!, laptop ini cocok untuk designer karena warna yang terlihat di monitor akan sama dengan hasil print. Jelas saya tidak butuh fitur ini, tapi walau belum support 4K, Full HD IPS ini udah wenak banget untuk dilihat.

Thonet & Vander : Fien

nah ini speaker yang mungkin terasa asing ya. Speaker bersutan jerman ini sebenarnya sudah melanglang buana di dunia barat dan timur.

Saya sendiri tidak ingat versi berapa speaker ini, namun suaranya yang jernih dengan bass nya sudah cukup untuk memanjakan telinga saya.

but, dari semua perlengkapan sound yang saya miliki, nilai tertinggi masih dipegang earphone Vsonic GR02!

LED Remax Lamp

Terakhir adalah Remax LED lamp. Yah, Led ini membantu penerangan meja saya yang sedikit gelap. Plus membantu pencahayaan saat saya membuat video-video di youtube.

Mengapa?

  1. desain minimalis, mempercantik meja saya
  2. baterai internal, sehingga tidak harus terhubung dengan USB
  3. tombol touch screen, come on! ini lampu harga 100rb an

oke, keliatannya itu saja yang ada di meja kerja saya saat ini. Tidak ada yang telalu mewah disini. Semuanya adalah yang saya butuhkan saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *