Pemikiran yang Salah Kaprah Tentang Passion

Cukup banyak entrepreneur dan terlebih lagi para motivator yang mengikrarkan “mulailah bisnis dengan passion”. Passion sering diartikan beda tipis dengan hobby maupaun desire dengan ciri utama suatu kegiatan yang membuat kita lupa akan waktu.

Di Amerika, hal serupa dipicu oleh pidato Steve Jobs di acara wisuda Stanford University pada musim panas 2005

“…the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking.”

Isi pidato Steve Jobs akhirnya diringkas menjadi sebuah slogan dan lahirlah “Follow your passion” .

Namun permasalahannya adalah sebagian besar dari kita adalah

  1. sering salah salah dalam mengartikan passion
  2. salah dalam cara mencari passion tersebut.
  3. Passion dari kebanyakan orang tidak begitu unik. Itulah sebabnya mengapa begitu sulit seseorang untuk dapat sukses. misalnya Anda mungkin suka bermain sepak bola / futsal, tetapi menjadi seorang pemain bola profesional, tentu membutuhkan waktu berlatih minimal 2 sampai 5 jam setiap harinya.

Pada akhirnya, anda hanya akan memberikan berbagai macam alasan untuk tidak melakukannya. Berati hal ini hanya sekedar hobby untuk waktu luang anda.

Kravitz mengatakan,”Saya suka membaca buku, tetapi saya tidak suka membuat resensi buku. Apa yang anda suka lakukan dalam kehidupan pribadi anda, seringkali tidak bisa diterjemahkan menjadi sebuah bisnis.”

Passion = hasil

Ada passion maka ada hasil, sebagai contoh jika anda memasak dan anda merasa senang, mudah dan belajar lebih cepat dari yang lain, anda menyadari bahwa skill anda lebih hebat daripada yang lain. Kemudian memotivasi anda untuk belajar lebih dalam lagi, mengembangkan skill dan latihan terus-menerus mecoba berbagai macam resep mulai dari yang mudah hingga .

Ciri passion I : adalah Saat anda  merasakan hasilnya dan terus memotivasi anda untuk mengembangkannya

Sedangkan kebalikannya jika anda frustasi dalam menjalani proses tersebut maka sampai kapanpun agan tidak akan memiliki passion dalam hal tersebut, anda bisa memaksa untuk beradaptasi tapi secara insting anda akan terus berupaya untuk menghindarinya dan dijamin perkembangannya tidak akan signifikan.

Sebagian orang salah dalam mengira bahwa pertama kita harus mencari passion terlebih dahulu lalu kita akan sukses

No, it’s wrong! Carilah sesuatu yang membawa hasil terlebih dahulu

Hasil disini bisa berupa uang, skill, pengalaman, pengetahuan, rasa bahagia dan manfaat untuk menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan orang lain.

Ciri passion II :  Anda juga harus  merasa spesial dalam bidang tersebut dengan mencintai apa yang anda lakukan kemudian dihargai (baik secara materi dan non-materi) dan menjadikan anda seorang ahli/hebat dalam hal tersebut

Untuk mendapatkan hal seperti itu, anda harus membayarnya dengan ketekunan, kerja keras dan bersungguh-sungguh

Passion is not something you follow. It’s something that will follow you as you put in the hard work to become valuable to the world.

Don’t follow your passion, let it follow you in your quest to become useful to the world.

Cal Newport

Pada tulisan berikutnya saya akan membahas tentang bagaimana cara menentukan apakah passion anda dapat dikonversi menjadi bisnis atau tidak dan akan menjawab bag anda yang bahkan merasa tidak memiliki passion sama sekali

Bagaimanapun passion (yang sesungguhnya) adalah salah satu ingredient yang cukup penting dalam menjalankan sebuah usaha kelak. Karena dengan passion ada tujuan lain yang lebih dari sekedar menghasilkan uang yotu manfaat, kepuasan dan kesempurnaan.

See you in the next article 🙂

Sumber artikel lain yang membahas passion

  • http://startupbisnis.com/lupakan-passion-fokuslah-pada-proses/
  • http://m.kaskus.co.id/thread/561de156a2c06eef488b4567/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *