Sundai Pichai – Kisah Si Kecoa

Baru beberapa Minggu kemarin ada berita heboh dari Google tentang handling company nya yang baru yaitu Alphabet dengan website officialnya abc.xyz. Bagi saya ini lucu, perusahaan terbesar di dunia maya, tapi nama perusahaan utamanya sendiri alphabet.com sudah dimiliki perusahaan lain, yaitu BMW. Dan mereka menyatakan dengan tegas tidak akan menjual domain tersebut ke Google. #lol

Anyway ada, sedikit cuplikan pidato seorang Sundai Pichai – CEO Baru Google tentang Kecoa. Wah, ini pemimpin perusahaan besar ceritanya malah aneh-aneh. Tentang sebuah binatang yang menjijikan (walau seperti kurma saat kita puasa.)

Tapi setelah kamu membaca cerita sederhana ini, ending-nya dalem banget!.

Bagimana seekor kecoa bisa mengubah hidupnya?

Suatu ketika disebuah cafe..

Tak jauh dari meja tempat saya duduk, saya melihat seekor kecoa merambat ke meja salah satu pengunjung, yang berisi 2 wanita karir.

Bisa ditebak apa yang terjadi setelah itu:

Rupiah melemah ke nilai 14 ribu!

Bukan, bukan itu…

Ribuan PHK terjadi hanya di Jatim saja!

Juga bukan itu…

Yang terjadi tentu, salah seorang wanita karir itu langsung terperanjat dan histeris saat kecoa itu merambati kakinya.

Temannya yang berada disebelahnya pun ikut merinding melihat kecoa itu mulai naik ke punggung kawannya.

Masih dalam keadaan panik campur jijik, kawannya mengambil nampan, lalu mengusir kecoa itu.

Memang kecoa akhirnya lepas dari punggung kawannya. Namun sialnya, kecoa itu terbang, lalu hinggap di pundak seorang wanita pelayan cafe ini.

Aneh atau hebatnya,

Wanita pelayan cafe ini dengan tenang menarik lepas kecoa itu dari pundaknya, kemudian melepaskannya di luar cafe.

“So, para hadirin..”, CEO dari India ini kemudian bertanya:

“Lalu apa yang bisa saya dapat dari kejadian tadi?”

Ia melanjutkan pidatonya. “Dari tempat saya duduk, saya berpikir, Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa?”

Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana cafe jadi kacau.

Kecoa memang menjijikkan.
Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.

Begitupun juga dengan masalah.

Atau macet dijalanan, istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak patuh, deadline yang ketat, tetangga yang mengganggu, dsb.

Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.

Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapinyalah yang membuatnya demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *