‘Arti Sahabat’ Dalam Islam Itu Kekal !

Alhamdulillah, malam ini masih di kasih kesehatan sama Allah untuk bisa berangkat ke pengajian yang dibawahi Yayasan Al-Irsyad, walaupun luka di kaki bekas jatuh dan infeksi kemarin belum benar-benar sembuh. Tapi aku bersyukur masih bisa berjalan.

Materi ba’da Isya yang dibawakan Ustad Farhan bin Thalib ini adalah tentang persahabatan dalam Islam. Rasulullah dalam sabdanya mengatakan bahwa, “Seseorang tergantung oleh agama sahabatnya”. Dalam hal ini khalil atau sahabat seperti bahasa Indonesia pada umumnya, teman berbeda dengan sahabat. Teman munkgin hanya sekedar kenal, namun sahabat adalah orang yang selalu ada bersama kita.

sahabat-dalam-Islam

Sahabat dalam Islam sangatlah sangat dianjurkan, namun celaka sekali yang bersahabat dengan orang yang akhlaknya tidak baik. orang-orang yang lali meninggalkan sholat, orang yang merusak kesehatannya sendiri dan lain sebagainya.

Akhlak ya tergantung diri kita sendiri, mau bersahabat dengan siapapun asal kita bisa menjaga diri ya boleh dong?

Islam tidak melarang kita untuk menjalin hubungan dengan setiap insan manusia, baik berbeda sikap maupun keyakinan. Kita boleh berteman dengan siapapun, asal jangan bersahabat!

Bilanglah pada mereka, “Hai aku ingin berteman denganmu dan aku mencintaimu karena Allah. Oleh karena itu aku menyarakanmu untuk menyingkirkan apa yang kau hisap itu, yang merusak tubuhmu itu, bahkan orang lain disekitarmu. Jika kau tidak bisa melakukannya maka cukuplah kita berteman tapi maafkan saya kita tidak akan pernah bersahabat.”

bagi orang-orang yang masih menentang hal ini maka cukuplah Al-qur’an surat Zuruf ayat 67 menjadi pegangan.

“Janganlah kamu bersahabat kecuali dengan orang mukmin”

 Rasulullah SAW pun menegaskan dalam perumpamaannya jika seorang bersahabat dengan penjual minyak wangi akan ada 3 kemungkinan, yaitu kemungkinan kamu membeli minyak yang wangi itu, kedua kamu diberi secara gratis oleh penjualnya, ketiga kemungkinan terakhirnya jika kamu tidak diberi maupun tidak mampu membeli, kamu masih ketularan bau wanginya

Sebaliknya jika kamu berteman dengan pandai besi, dimana besi adalah zat yang sangat padat dan hanya api yang bisa membengkokkan atau bahkan meleburnya. Jika kamu bersahabat dengan mereka ada 2 kemungkinan. Pertama, panasnya api akan membakar bajumu, kedua kemungkinan terbaiknya bajumu akan bau karena asap api.

Nah, kalau sudah Allah dan Rasul-Nya berbicara dengan tegas seperti ini, apakah kita yang manusia biasa ini tetap bersih keras tentang pendapat kita yang idealis ini?

Sebagai penutup ada ungkapan yang sangat luar biasa dari salah satu surat dalam Al-Qur’an, Al-Hijr ayat 45-47. Hingga seorang sahabat Rasul sangat ingin menuliskan ayat ini dengan sebuah tinta emas

“Semua persahabatan yang didasarkan dengan selain Allah maka persahabatan itu akan berubah menjadi permusuhan di akherat kelak, kecuali yang didirikan karena Allah, maka orang–orang yang bersahabat di dunia akan kekal sampai akherat”

Mengapa bisa menjadi musuh?

Karena nanti di akhirat, seseorang akan ditanya tentang dosa-dosanya. kenapa engkau melakukan dosa ini? oh ini karena ajakan si fulan, kemudian akan terus si fulan, si fulan dan si fulan sehingga mereka yang dulunya bersahabat dalam melakukan kebatilan akan saling menuduh dan bermusuhan.

Lihat? betapa luar biasanya ungkapan tersebut? kita sadar bahwa dunia ini hanyalah sementara, bahkan rasullullah membandingkan dengan seperti jari kelingking yang di masukan ke laut, kemudian diangkat, yang menetes itu adalah dunia, sedangkan samudra yang luas itu adalah akherat.

Masihkah kita akan bersantai menikmati umur tanpa mengingat Allah? masihkah melakukan hal-hal mubadzir dengan sahabat ‘sementara’ anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *