Kini Aku Tahu Mengapa Fokus Itu Penting

Hari ini 14 Oktober 2014, setelah 2-3 tahun berbisnis, akhirnya aku belajar bahwasannya fokus itu memang penting. Epic sekali rasanya, saat banyak orang tahu bahwasanya fokus sudah menjadi standar utama seperti yang telah dijelaskan mentor-mentor bisnis, Aku malah harus memakan waktu tahunan untuk meresapinya.

Perlu teman-teman ketahui, kemampuan yang aku miliki adalah menjual produk secara online, Mulai dari mencari produk yang kompeten dan bakal laku di pasaran, kemudian membuat sebuah website yang menarik, melakukan optimasi ekspress melalui CPC Facebook dan Google Adwords. Boom, sakalaka! di hari pertama langsung terjadi sales dan di Minggu yang sama sudah balik modal.

Aku memiliki cukup banyak produk dari berbagai bidang usaha. Sistem yang selalu aku lakukan adalah dropship dan tidak pernah melakukan stok barang sekalipun.

Terlihat menyenangkan bukan? tapi apakah teman-teman tahu bagaimana kelanjutan nasib website-website yang telah aku bangun.

Mati secara perlahan…

Aku adalah tipe orang yang ‘bosenan’ dan malas untuk melakukan ujicoba terhadap target market secara mendalam. Mengatahui berapa konversi real dari visitor, bagaimana kualitas ads copy yang aku jalankan, berapa banyak return visitor. Yang aku fokuskan hanya untung dan rugi. Jika untung jalankan terus bisnisnya, jika rugi segera tutup website dan cari produk lain yang lagi IN.

Memang akhir-akhir ini aku dapat mengatisipasinya dengan membangun tim untuk tiap produk yang menurutku cukup berhasil. Namun sekali lagi pengetahuanku terhadap SDM membatasi usaha tersebut untuk berkembang. Mulai dari cara memilih orang yang kompeten dan memiliki inisitaif dan inovasi, bagaimana cara mengetahui orang yang loyal dan bisa berusaha keras mengembangankan bisnis bersama. Ada banyak turn over tim dalam usaha-usahaku ini dan seperti biasa akhirnya terbengakalai, tak terurus dan kemudian pihak terakhir yang dikecewakan adalah customer.

Strategi seperti ini seperti hit and run, Mau sebanyak apa aku berlari? aku merasa seperti tidak banyak perkembangan yang berarti dalam kemampuanku. Sehingga terkadang dalam melayani klien di Ideexe pada level tertentu, aku tidak dapat memberikan solusi yang baik. Mungkin karena memang aku tidak pernah sampai pada masalah yang dihadapi klienku ini. Dan inilah alasan mengapa sampai saat ini hanya klien-klien ‘pemula’ yang kami tangani di Ideexe.

Menulis ‘curhatan’ kali ini sangatlah menyakitkan.

But I’ve to move on. Salah satu jalan yang aku pilih adalah memfokuskan semua daya upaya ke perusahaanku Ideexe. Mulai sekarang 80% fokusku adalah untuk mengembangkan Ideexe, Menolak beberapa kerjasama penjualan produk dengan UKM sebelum menemukan sistem yang tepat tanpa menganggu foksuku

 

fokus-menurut-steave-job

Kita lihat, apakah target umur 25 tahun depan akan tercapai. Hingga Mei tahun depan aku masih memiliki waktu sekitar 7 bulan. See you, success!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *