Mengerti Tapi Tidak Melakukan

Disebuah kesempatan bertemulah dua orang sejoli kawan satu kelas sewaktu SMA. Setelah lama tak jumpa yang satu cukup beruntung menjadi seorang profesor yang aktif mengajar di perguruan tinggi, namun yang satu hanya menjadi seorang nelayan.

Mereka bertemua di dermaga dan sepakat si nelayan akan mengantar profesor sampai ke sebuah pulau terpencil yang belum dihuni.

Selama dalam perjalanan profesor mulai bertanya beberapa hal, “hei, apakah kamu tahu ilmu geografi?”. “walah, ya cuman geografi dasar saja pas kita SMP dulu”, jawab nelayan. “wah, berarti kami telah kehilangan 25% dari hidupmu. Hmm, bagaimana dengan fisika?”, lanjut profesor. “yah, kamu kan tahu sendiri kita dulu IPS dan aku tidak melanjutkan kuliah. Mana tahu ilmu fisika”. jawab nelayan. Tanpa menunggu lama profesor menyela, “Bagaimana mungkin kamu hidup setiap hari di lautan tanpa memperhitungkan ombak, angin, arus air, daya kapal dalam menahan ombak, angin atau bahkan rasi bintang saat kamu tidak tahu arah ditengah lautan. Berarti kamu telah kehilangan 50% hidupmu!”, tegas profesor dengan nada sedikit meninggi. Nelayan hanya tersenyum pahit.

Tiba-tiba cuaca berubah menjadi mendung dan ombak makin meninggi menerpa perahu kecil kedua sejoli tersebut.

Melihat kondisi ini sang professor menjadi sangat ketakutan dan memegang erat-erat tepian perahu.

“Tenang saja, ombak seperti tidak akan membahayakan kita. hal ini biasa terjadi”. Celetuk si nelayan kepada sang professor.

Derasnya arus laut membuat kapal bergoyang hebat, profesor tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya dan akhirnya ia terjatuh ke laut.

“TOLOOOONG AKU, TOLOONG!!!”, teriak lantang profesor.

“Kemarilah gapai tanganku!”, si nelayan sambil menjulurkan tangan yang hanya berjarak 2 meter dari profesor.

Tidak mau menunggu lama akhirnya nelayan segera mengambil tali yang terikat di kapal, memegangnya dengan erat, kemudian dia terjun untuk menyelamatkan profesor.

Nelayan memeluk profesor dengan erat dan membantunya naik kembali ke kapal. “Mengapa kau tidak segera bereanang menggapai tanganku? tadi itu jaraknya sangat dekat.”. tanya nelayan. Sambil terengah-engah dan berusaha mengeluarkan air yang masuk ke dadanya profesor berkata, “aku tidak bisa berenang…”

Si nelayan berdiri dengan sedikit tersenyum. “Kamu ahli fisika tapi tidak memperhatikan kondisi cuaca saat berangkat, saat perahu terombang-ambing kau hanya berpegang pada kayu yang licin, padahal banyak tali berceceran disekitarmu. ditambah lagi kau tak bisa berenang. Itu bisa membuat kau kehilangan 100% hidupmu”. 🙂

Well, cerita ini hanya fiksi belaka sih, tapi memang inilah yang sangat sering terjadi dalam kehidupan nyata kita. Seorang yang berpendidikan belum tentu bisa mengimplementasikan ilmunya untuk bertahan hidup. Pengetahuan adalah kekuatan sampai anda menggunakannya.

Knowledge is nothing, applying what you know is everything

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *