Sisi Lain Seorang Nofi Bayu Darmawan

Seperti biasa setelah acara NBC berakhir aku selalu menyempatakan diri untuk menjajal beberapa tempat wisata yang ada di kota penyelenggaraan. Dan NBC kali ini diadakan di Edu Hostels Yogya. Tahun kemarin di Bali cuma berwisata berdua dengan sahabat saya Nofi Bayu Darmawan (Fanspage-id.com), namun tahun ini bersama Ibrahim Vatih dan teman-teman di JasaProgrammer.com

Pada ‘curhat’ kali ini aku tidak akan membahas tentang tempat wisata apa saja yang kami kunjungi, namun kita akan mengenal lebih dalam dan pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari probadi seorang Nofi Bayu.

1. Konsisten

Tidak seperti saya dan si jenius Fatih (akan kita bahas di artikel berikutnya) yang lebih suka tidur, Facebook dan mainan whats app. Setelah bangun pagi, mengaji, kemudian orang satu ini segera mengeluarkan laptopnya dan menulis artikel berkualitas untuk blog bisnisnya di fanspage-id.com/blog.

Aku gak percaya, hampir semua artikel yang ditulis di blog tersebut adalah hasil karya CEO nya sendiri. “Ya, ini memang value yang aku kasih ke pembaca. Semuanya aku tulis sendiri karena selain teknikal, juga memerlukan pengetahuan yang mendalam terhadap ilmu tersebut”

Memang kalau kita perhatikan, artikel-artikel di web-nya berbobot dan kental dengan karakter seorang Nofi Bayu, bahkan akhir-akhir ini setiap artikel juga dilengkapi dengan audio yang berisi materi yang langsung disampaikan oleh empunya. Lagi-lagi hal ini memberikan value lebih kepada para pembaca yang mungkin tidak punya waktu untuk membaca artikel, tapi mereka bisa melakukan kegiatan mereka namun tetap mendapatkan materi dengan cara mendengarkan versi audionya

Dengan melihat jumlah artikel, bisa kita simpulkan memang hampir setiap hari dia menulis. Hal ini selain menjadikan dia sebagai orang yang konsisten sekaligus menjadikan fanspage-id menjadi salah satu blog terbaik di Indonesia yang membahas secara rinci tentang Facebook Markerting.

2. Sederhana

Poin kedua ini sebenarnya aku sedikit berat menyampaikannya, karena saat kemarin para suhu yang berpendapatan puluhan hingga ratusan juta perbulan saja menginap di Edu hostel, eh si Nofi malah menginap di Queen Colombo.

Anggapan ini sedikit berubah saat kami mengunjungi markas jasaprogammer.com yang cukup sederhana. Tidur di lantai yang beralaskan kasur busa biasa hingga sarapan yang bagiku cukup menarik. Markas ini terdiri dari 23 orang pemula yang dididik menjadi para programmer, designer dan internet marketer handal. Hal unik yang aku lihat adalah pada saat makan bersama, makannya keroyokan! Jadi nasi dan lauk diletakan disebuah nampan / wadah besar yang bisa digunakan sampai 4 orang atau bisa dibilang satu piring berempat wkwkwk

Nofi-fanspage-id

dari kiri : Ubadilillah, Nofi Bayu, Ibrahim Vatih

Walau beberapa orang mungkin agak gimanaa gitu dengan cara makan seperti ini namun ternyata hal ini disengaja. Alasannya adalah menjadi salah satu alternatif untuk melatih kebersamaan. Sehingga nanti kalau dewasa hal ini bisa melekat dengan jelas, bahwasnnya kita disini pernah menjadi saudara dan mampu selama akan terus saling membantu seumur hidup!

Nah, dengan cara makan seperti ini ternyata di Nofi yang sepiring adalah yang paling lahap hingga bulir nasi terakhir!

3. Percaya Diri

Si Nofi ini cukup populer, tidak sedikit di acara NBC kemarin yang konsultasi secara personal dengannya. Dia menjawab setiap permasalahan yang dihadapi mereka dengan cukup tegas. Berani menyalahkan kemudian memberikan solusi terhadap permsalahan facebook marketing yang dihadapi. Hal ini menjelaskan bahwasannya dia memang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang membuatnya percaya diri.

Nah, bagi teman-teman startup, percaya diri sangatlah penting. Saat kita memiliki sebuah kemampuan atau mungkin produk yang berkualitas akan sia-sia jika kita tidak memiliki kepercayaan diri untuk memperkenalkannya kepada publik. Bahkan kalau kita amati lingkungan sekitar kita, ada orang yang sebenarnya produknya biasa-biasa aja tapi karena PD nya tinggi, produk tersebut laku di pasaran.

Yah mungkin itu sedikit yang bisa aku share. 3 sikap di atas sangatlah sederhana yang saya simpulkan dari kepribadian anak muda berusia 23 tahun yang sudah cukup sukses. Terkadang saat kita mendengarkannya di bangku sekolah maupun kuliah maka menjadi nasihat-nasihat yang sudah mainstream! Namun aku mencoba memberi contoh real bagaimana pentingnya memiliki 3 sikap di atas.

“…sukses bukan kebetulan. Tapi sebuah pahatan patung, yang detailnya ditentukan juga oleh perbuatan kita …”

– NBD? –

Comments 4

  1. Ibrahim Vatih

    Anti mainstream banget namaku jadi pake ‘F’, haha.

    Istilahnya itu zuhud. Duit boleh banyak, tapi penampilan tetap low dan fleksibel bisa tinggal di mana aja. Aku bertaun-taun nyantri dari SD, jadi ngga ada masalah tidur di mana, makan lauknya apa, dan dengan cara apa. Muahaha.

    *ini ceritanya sambil nitip spam

    1. Post
      Author
  2. Suryadin Laoddang

    Dua sosok yg disebutkan Mas Wildan dalam artikel ini juga saya kagumi.

    Muda, multi talenta, sederhana dan berkarya besar, saat saya seusia mereka, sy belum mampu temukan jati diri saya, tapi beliau mampu.

    Salut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *